Rabu, 21 Desember 2011

Toro - Wàng le Ài 忘了爱



jiēdào wǒ páihuái
街道我 徘徊
dēng liàng qǐlai
灯亮起来
bīng lěnglěng de wùqì fēng chuī bù sàn
冰 冷冷的吹不散
kàn zhe nǐ líkāi xīn yǒudiǎn luàn
看著你离开心有点乱
gāi rènao de shíhou nǐ què bù zài
该热闹候你却不在

-----REFF-----
yī gè rén néng shuōchū zěnmeyàng de duìbái
一个人能出怎么
kōng fángjiān zhǐ shèng wǒ de wúnài
空房只剩我的无奈
huā xiè le huā yòu kāi
了花又开
nǐ què bù zài huílai
你却不在回来
jìngjìng de shìzhe wàngle ài
静 静的着忘了
--------------

děngzhe nǐ xǐnglái tiān yǒuxiē àn
等著 你醒来天有些暗
zhàn zài zhè yīzhí wèile nǐ huílai
站在一直了你回来

Repeat Reff

Repeat Reff

zhème lěng de dōngtiān
么冷的冬天
wǒ zǒuzài yī gè rén de jiēshang
我走在一个人的街上
tiānkōng piāo xià le xuě
天 空下了雪
ér wǒ xiǎngqǐ le nǐ
而我想起了你
jiù zài zhège shíhou yǎnlèi liú xiàlai
就在候眼泪流下来

Minggu, 18 Desember 2011

PIC JYJ

Siapa sech yang gak tergila-gila dengan ketampanan para persinil JYJ??
Nah kali saya mau bagi-bagi Foto JYJ untuk kalian nech,,,
Yuk Kita Liat,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,






















Rabu, 07 Desember 2011

16 Hukuman Sadis dalam Sejarah kekaisaran Cina Kuno

Dalam sejarah hukuman kuno di negara China, ada 16 jenis hukuman yang paling terkenal akan kesadisannya.

1. Dikuliti
Saat menguliti mulai dari tulang belakang, kulit punggung dibelah menjadi dua, perlahan-lahan pisahkan kulit dengan daging, dibuka seperti kupu-kupu yang mengembangkan sayapnya. Selain itu, ada sebuah cara lain untuk menguliti, entah berapa besar tingkat kevalidannya. Yaitu dengan mengubur orangnya di tanah, hanya terlihat kepalanya saja. Buat goresan berbentuk tanda (+) di atas kepala, lalu buka kulitnya, tuangkan mecury ke dalamnya.

Karena berat jenis mercury sangat berat, maka akan dapat memisahkan kulit dan daging, orang yang terbubur di tanah akan merasa sangat kesakitan, namun tidak dapat melepaskan diri. Lalu terakhir akan melompat keluar dari lubang, meninggalkan selembar kulit di tanah... lalu kulit tersebut dijadikan genderang, digantungkan di depan pengadilan untuk memperingatkan orang lain. Pada awalnya, hukuman dikuliti dilakukan setelah mati, kemudian berkembang menjadi dikuliti hidup-hidup.

2. Penggal pinggang
karena penggal pinggang adalah memisahkan tubuh seseorang dari bagian tengah, sedangkan organ-organ penting berada pada tubuh bagian atas, maka yang dihukum tidak akan segera mati, melainkan masih sadar dan memerlukan beberapa saat lagi hingga akhirnya mati. Saat Kaisar Chengzu dari dinasti Ming menghukum mati Fang Xiaoru, yang digunakan adalah penggal pinggang ini. Konon setelah dipenggal, Fang Xiaoru masih bisa merangkak dan menulis huruf "cuan" (= merebut ; biasanya untuk merebut tahta) di tanah. Setelah menulis 12 setengah huruf, baru akhirnya mati.

3. Pisahkan dengan kereta
Nama lainnya adalah "membelah mayat dengan 5 kuda". Sangat sederhana, yaitu dengan mengikat kepala, kedua tangan & kedua kaki dengan tali, lalu ditarik oleh 5 ekor kuda ke 5 arah yang berbeda, sehingga tubuhnya terbelah menjadi 6 bagian. Konon Shang Yang dihukum mati dengan cara ini. Diperlukan tenaga besar jika ingin memisahkan tubuh orang menjadi 6 bagian, apalagi jika dengan ditarik. maka dapat dibayangkan penderitaan si penerima hukuman. Pada saat benar-benar sudah terpisah, mungkin ia sudah tidak merasakan penderitaan lagi. Kesakitannya adalah pada saat ditarik.

4. Lima hukuman
Gabungan dari penggal kepala, potong kaki, potong tangan, potong telinga dan hidung, "belah menjadi 8 bagian". Biasanya setelah orangnya mati, baru dipotong kepala, tangan & kakinya, lalu tubuhnya dibelah jadi 3. Setelah Kaisar Gaozu dari Dinasti Han mangkat, Permaisuri Lv menangkap selir kesayangannya, Nyonya Qi (ibu dari Liu Ruyi), memotong tangan dan kakinya, juga memotong hidung, telinga & lidahnya, mencungkil matanya, lalu dibuang ke kandang babi, diberi nama "ren zhi" (babi manusia). sampai-sampaia anak Permaisuri Lv juga sangat kaget melihatnya.

5. Hukuman mati pelan-pelan
Pada awalnya adalah setelah mati baru mayatnya dicincang jadi bubur daging, disebut "hai". yang pernah menerima hukuman ini adalah Zi Lu, dan putra sulung Zhou Wen Wang: Bo Yi Kao. Kemudian dalam perkambangannya, menjadi lebih mendetil, yaitu hukuman dilakukan apda saat orangnya amsih hidup, tujuannya adalah agar yang dihukum menderita, maka ada ketentuan harus dibacok sampai berapa kali dulu sebelum mati.

Konon kemudian hukuman ini dilaksanakan oleh 2 algojo, mulai bacok dari kaki, terus hingga 1000 bacokan, yaitu dengan dipotong dagingnya selembar-selembar sampai mati. Katanya jika belum sampai 1000 bacokan sudah mati, maka algojonya juga akan kena hukum. Yang paling mengenaskan adalah jenderal penentang Qing pada jaman Ming akhir, Yuan Chonghuan. Karena kaisar Chongzhen terkena siasat adu domba musuh & mengira ia berkhianat, maka dijatuhi hukuman "lingchi".

Sebelum hukuman dijalankan, tubuhnya dililit dengan jala ikan agar daging-dagingnya menonjol keluar, lebih mudah untuk dipotong-potong. lalu dibawa keliling kota, ditonton oleh rakyat, dagingnya pun dimakan oleh rakyat. Penderitaan secara batin mungkin bisa melebihi penderitaan secara fisik. Ini adalah salah satu hukuman resmi di jaman Ming - Qing.

6. Jerat / gantung
Hukuman jerat di Zhongguo biasa menggunakan senar busur. Yaitu dengan meletakkan senar busur pada leher yang akan dihukum, senar menghadap ke depan, algojo berdiri di belakang sambil memutarkan busurnya semakin lama semakin kencang. Yang dihukum akan mati pelan-pelan. Ayah-anak Yue Fei mati di Paviliun Fengbo dengan cara seperti ini. (karena ia adalah pejabat berjasa, tidak boleh dipenggal, harus meninggalkan jasad yang utuh). Sedangkan Raja Gui dari Dinasti Ming akhir juga dibunuh dengan cara jerat/gantung ini oleh Wu Sangui.

7. Dimasak / direbus
Pada jaman Dinasti Tang, jaman pemerintahan Wu Zetian, ada seorang pejabat bernama Lai Junchen yang suka menggunakan cara-cara hukuman yang kejam. Terhadap tawanan yang tidak mau mengaku, ia sering menginterogasi dengan memaksa menggunkan hukuman sadis. Yaitu dengan menggunakan sebuah kuali dan menyuruh tawanan masuk ke dalamnya, lalu di bawah kuali dibakar api (seperti memasak). Kalau tawanan tetap tidak mau mengakui kesalahannya, maka akan mati kepanasan.

Kemudian Wu Zetian mendengar hal ini dan memanggil Lai Junchen. Ia bertanya pada Lai Junchen, apa yang dilakukan bila ada tawanan yang tidak mau mengaku. Lai Juunchen menceritakan cara ini dengan bangga. Wu Zetian pun berkata dengan tenang, “Persilakan dia masuk ke kuali.” … dan Lai Junchen pun mati dibakar.

8. Kebiri habis
Sima Qian pernah menerima hukuman ini sebelum menuliskan kitab sejarah (Shi Ji). Cara kebiri di Zhongguo sangat mendetil. Pertama-tama, ikat adik kecil (termasuk kantung keturunan) agar darah tidak dapat mengalir, sampai rusak secara alami, baru kemudian dipotong dengan pisau (seluruhnya, bukan hanya adik kecilnya saja). Setelah dipotong, bubuhi dengan abu wangi untuk menghentikan darah, tancapkan bulu angsa pada lubang jalur kencing. Tunggu beberapa hari, cabut bulu angsa. Kalau bisa kencing, berarti proes kebiri telah berhasil.

Kalau tak bisa kencing, anggap saja gagal, jadi orang cacat, biasanya akan mati keracunan kencing yang tak bisa keluar. Jadi kalau mau mengebiri orang untuk dijadikan kasim, sebaiknya kebiri waktu masih kecil. Semakin tua, resikonya akan semakin besar. Hukuman ini sering digunakan oleh kaum bangsawan untuk menggantikan hukuman mati. Sebaliknya, untuk wanita, adalah dengan ditutup.

9. Lumpuhkan kaki
Untuk potong kaki ini, ada beberapa macam penjelasan yang berbeda. Ada yang bilang dengan memotong kaki dari lutut ke bawah. Ada juga yang bilang dengan mengambil tulang lutut. Yang kedua tampaknya lebih dapat dipercaya. Pokoknya, ini adalah sejenis hukuman kejam dengan membuat orang jadi lumpuh. Pada jaman Zhan Guo, Sun Bin (孙宾) pernah menerima hukuman ini.

Setelah menerima hukuman, baru namanya dibah menjadi Sun Bin (孙膑 --- 膑 : hukuman lumpuhkan kaki dengan diambil tulang lututnya). Jika tulang lutut diambul, maka antara kaki bagian atas dan kaki bagian bawah akan kehilangan hubungan, berdiri pun tidak bisa. Maka dalam sejarah tidak resmi, Sun Bin bahkan tak bisa emnunggang kuda saat berperang, harus naik kereta (baik kereta kuda ataupun kereta yang didorong manusia).

10. Tusuk dengan jarum
Yaitu dengan menusukkan jarum pada celah kuku. Biasa digunakan untuk tawanan wanita.

11. Kubur hidup-hidup
Sering digunakan pada jaman Zhan Guo. Karena hemat tenaga, juga cepat. Hukuman kubur pada jaman perang, biasanya tawanan perang disuruh menggali lubang sendiri, kemudian dibunuh dan dimasukkan ke dalam lubang itu. Kalau waktunya tidak cukup, langsung saja dimasukkan ke dalam lubang dan dikubur hidup-hidup. Hukuman kubur hidup-hidup ini sudah ada sejak jaman kuno. Tapi belum pernah tercatat ada tokoh terkenal yang mati dihukum dengan cara ini. Yang lebih kejam yaitu dengan dikubur dalam posisi berdiri, dengan kepala di atas permukaan tanah, kemudian disiksa dulu.

12. Racun Zhen
Racun zhen sepertinya merupakan cara yang cukup berperikemanusiaan di antara hukuman-hukuman kejam ini. Di antara racun-racun jaman Zhongguo kuno, yang paling terkenal adalah racun zhen. Dari sinilah asal muasal dari peribahasa “minum zhen untuk menghilangkan haus”. Biasa digunakan untuk hukuman “diberi kematian” (maksudnya disuruh bunuh diri sendiri).

13. Hukuman tongkat
Yang dimaksud dengan tongkat, bukan berarti dipukul dengan tongkat. Melainkan tongkat dimasukkan dari mulut sampai ke dalam tubuh sampai seluruh tongkatnya masuk, lambung dan organ tubuhnya pecah, yang dihukum akan mati dengan tragis. Dalam sejarah resmi, tidak ada catatan tentang hukuman ini. Cara hukuman ini muncul pada novel Xia Ke Xing karya Jin Yong. Bahkan ada julukan indahnya yaitu “membuka mulut dan tertawa”.

14. Potong dengan gergaji
Yaitu dengan menggergaji orang sampai mati. Ketragisannya sebanding dengan lingchi & kuliti. Maka di antara hukuman-hukuman kejam di neraka, ada tertulis tentang hukuman gergaji sampai mati ini. Sebenarnya, hukuman gergaji ini tidak hanya ada dalam dongeng, melainkan juga ada di dunia nyata. Dalam tercatat, bawahan dari selir kesayangan Raja Wu (Sun Hao), merampas harta rakyat di pasar.

Pengurus pasar, pejabat Chen Sheng adalah pejabat kesayangan Sun Hao. Ia menangkap sang perampas dan dihukum. Sang selir melapor pada Sun Hao, Sun Hao marah, lalu mencari-cari alasan dan menangkap Chen Sheng atas dalih kesalahan yang lain. Lalu memerintahkan algojo mambakar gergaji sampai memerah, dan emnggergaji kepala Chen Sheng. Mayatnya dibuang ke bawah Si Wang Tai.

15. Patahkan tulang belakang
Saat seseorang punya dendam yang mendalam pada musuhnya, maka ia akan terpikirkan cara mematahkan tulang belakang ini. cara ini memang merupakan salah satu cara untuk melampiaskan amarah, karena begitu tulang belakang patah, orangnya pasti akan mati. Dalam sejarah Zhongguo, patahkan tulang belakang ini juga merupakan salah satu bentuk hukuman yang penting. menurut, pada jaman Chunqiu, Ji Chong'er bermaksud menentukan hukum tertulis secara jelas agar masyarakat patuh pada hukum, kemudian ia berunding dengan para penasehat.

Seorang pejabat Ji Chong'er yang bernama Dian Jie datang sangat terlambat. Ada yang menganggap Dian Jie bersalah 7 harus dihukum. Ji Chong'er setuju, dan Dian Jie dihukum dengan dipatahkan tulang belakangnya. Semua pnasehat (pejabat) negara Jin dangat takut, mereka berkata: "Dian Jie yang sudah ikut Ji Chong'er mengembara ke negara-negara selama 19 tahun, memiliki jasa yang sangat besar, karena kesalahan kecil saja dihukum dengan begitu berat. Bagaimana dengan kami?' Sejak saat itu, semua orang jadi sangat taat pada hukum.

16. Sisir & bersihkan
Yang dimaksud dengan sisir & bersihkan, bukanlah anak gadis yang sedang bersolek, melainkan nama sebuah hukuman sadis. yang dimaksud adalah menguliti kulit orang dengan sikat besi hingga hanya tinggal tulang & daging saja, sampai akhirnya mati. Pencetus pertama hukuman ini adalah Zhu Yuanzhang. Berdasarkan catatan karangan Shen Wen, pada saat menjalankan hukuman ini, algojo melepas seluuh pakaian penerima hukuman, lalu dibaringkan di atas ranjang besi, tubuhnya disiram dengan air mendidih beberapa kali, lalu dikuliti dengan menggunakan sikat besi.

Sama halnya seperti rakyat menyiram babi dengan air panas untuk dicabuti bulunya. Terus hingga kulit dan daging terkelupas habis & tulangnya terlihat. Penerima hukuman biasanya belum sampai selesai sudah mati duluan. Sisir & bersihkan ini memiliki persamaan prinsip dengan hukuman mati pelan-pelan (no 5). Menurut ada tercatat, Wu Sansi pernah mengutus Zhou Lizhen untuk menangkap Heng Yanfan, kemudian diseret-seret di atas rakit bambu sampai dagingnya terkoyak & terlihat tulangnya, kemudian memukulinya dengan tongkat sampai mati.

Aliran yang terbesar pada zaman Dinasti Zhou

1. Aliran Ru Jia 儒家 (Konfusianis)
            Ajarannya : Hubungan yang baik antar manusia haruslah berdasarkan Ren 仁
                               (Perikemanusiaan) dan Yi (keadilan);dan dijiwai oleh Li 礼 (upacara).
           Tujuannya : Menyiapkan manusia dalam menhadapi hidup bermasyarakat.

           Pengertian Li 礼:
                              a. Adat istiadat
                              b. Cara bagaimana berlaku
                              c. Penghormatan yang harus diberikan pada orang yang sudah meninggal
          Pokok bahasan : Manusia ----> manusia yang baik ditentukan oleh pribadinya
                                     masing-masing.

2. Aliran Dao Jia 道家 (Taoisme)
              Tokohnya : Laozi  老子
              Ajarannya : Wu wei (Jangan berbuat sesuatu), jangan merintangi alam. jika manusia
                                 membuang nafsu duniawi dan membuat pengetahuan menjadi musrni,
                                 maka masyarakat akan berjalan dengan lancar dengan sendirinya
                                 tanpa perselisihan dan bentrokan hendaknya manusia berjalan
                                 tanpa disertai berbagai keinginan, seperti jalannnya alam
                                 yang tidak mempunyai dorongan dan maksud apapun.
              Kitabnya : Dao de jing 道德经

3. Aliran Mo Jia (Mohisme)
              Tokohnya : Mo zi
              Ajarannya : 1. Cinta menyeluruh (Jian Ai) yang dilaksanakan dengan kerajinan
                                     (Qin) dan penghematan (Jian)
                                2. Jangan menyerah (Feng Gong) menolak penindasan dan
                                     menganjurkan perdamaian berdasarkan kesetiakawanan dan
                                     saling membantu antar sesama.
             Kitabnya : Mo Zi


4. Aliran Fa Jia 法家 (Legalisme)
            Tokoh : Han Fei Zi
            Ajarannya : Menganjurkan pemerintahan yang berdasarkan hukum dan kekuasaan
                              yang berdasarkan sistem sentralisasi dan otokrasi.

Minggu, 06 November 2011

ikemen desu ne

Pasti Kalian bingung ini drama Jepang apa ya??


Ini drama adalah Drama'y "YOUR BEAUTIFUL" versi Jepang. Drama ini baru tayang pada bulan Juli sampai September 2011 di Jepang. Rating Drama ini sangat bagus loch mencapai 9.94%.. wah Ratingnya bagus banget kan.. kalian wajib nonton Drama ini loch, keren banget! Drama ini hanya 11 episode aja,,,

Yuk kita liat para pemerannya,,,

                                                         Miori Takimoto sebagai Mio Sakuraba / Miko Sakuraba

                                 Yuta Tamamori sebagai Ren Katsuragi ( Hwang Tae Kyung)

                                     Hikaru Yaotome sebagai Yuki Hongo (Jeremy)

                                                Taisuke Fujigaya sebagai Shu Fujishiro

Ayo kalian nonton. cerita & para pemainnya gak kalah sama yang versi Korea kok

Rabu, 02 November 2011

One Litre of Tears

Ichi rittoru no namida atau yang lebih dikenal dengan One Litre of Tears adalah salah satu drama asia yang telah ditayangkan oleh Indosiar. One Litre of Tears merupakan drama televisi Jepang yang kisahnya diangkat ke televisi berdasarkan kisah nyata seorang gadis remaja Jepang yang pada saat itu masih berumur 15 tahun yang mengidap penyakit mematikan yaitu spinocerebellar De...generation.
Penyakit ini menyebabkan seseorang akan kehilangan kontrol atas tubuhnya. Tetapi pada umur 25 tahun dia menyerah terhadap penyakit ini dan meninggal.

Lalu, drama One Litre of Tears ini bercerita tentang seorang gadis bernama Aya Ikeuchi yang dibesarkan oleh keluarga pemilik restoran tofu. Aya adalah gadis berprestasi yang sebentar lagi akan melangkah ke jenjang sekolah menengah atas.
 untuk Lebih jelas tentang sinopsisnya silahkanbuka situs dibawah ini!
http://syefrina-kudo.blogspot.com/ 

Flower Boy Ramyun Shop

hai teman-teman udah lama nech Love Love Korea gak nyapa kalian,,
Oh ya bagi kalian para penggemar Scheduler Alias Jung Il Woo, ada berita bagus nech,,Jung Il Woo main di sebuah Drama berjudul Flower Boy Ramyun Shop. Drama ini berkisah tentang apa, belum tau juga sech, maaf soalnya Drama ini baru tayang di Korea tanggal 31 oktober 2011, jadi belum nonton dech. tapi kalian gak usah sedih nanti saya buatin dech Sinopsisnya ya,,

oh ya saya kasih nech Foto-foto para pemeran Flower Boy Ramyun Shop : yuk kita liat


             Jung Il Woo sebagai Cha Chi Soo

                          Lee Chung Ah sebagai Yang Eun Bi
                         Lee Ki Woo sebagai Choi Kang Hyeok






tunggu yach sinopsisnya,,,,,