Jumat, 11 Mei 2012

MIRROR NEVER LIES



Sahabat, tahukah bahwa cermin merupakan benda terjujur yang pernah ada di bumi (tentunya selain malaikat). Dia akan menyampaikan dengan persis, detail dan sempurna apa yang dia lihat dihadapannya. Dia seolah-olah tidak memiliki kepentingan lagi karena dengan tulus dia menyampaikan tanpa khawatir terhadap respon dari pihak yang menerima info darinya.
Dengan kejujurannya, banyak yang dari kita yang bahagia dan tersenyum lebar. “Alhamdulillah jerawatku udah mulai ilang, Ciihuy”. Atau “hmmm semakin putih aja nech kulit” atau rambutku semakin tebal dan hitam serta mengkilat persis iklan shampoo morang-maring di TV” atau “syukurlah yang bengkak Cuma pipi sebelah kiri” atau lagi “ Subhanallah, kok bisa wajah bapak ibunya seperti ini namun melahirkan anak-analk yang lucu-lucu seperti mereka”,,,, dan masih segudang lagi respon positif manusia penerima info dari sang cermin.
Namun, ada juga yang cemberut kepada sang cermin, marah, murka bahkan hingga memecahkannya tanpa peri kecerminan. Alasannya:
Kok bisa sich badan gue melar kaya gini???
Atau “Ni jerawat gak tau malu, masa singgah di dahi sich, jadinya muka ini tambah jadi kaya siluman dech”
Ataupun “Ya Rabb, itu Syetan apa disana??? Udah item, manyun, hidup lagi” dilanjutkan denga pingsan berhari-hari padahal dia melihat wajahnya sendiri…..oh nasib ya nasib.
Padahal, cermin memperlihatkan kenyataan tanpa beba. Dia menyampaikan informasi dengan sejernih dan setulus yang dia bisa berikan, bahkan dengan kemampuannya dia ingin member tahu orang dihadapannya untuk melakukan banyak hal antara lain:
a.  Bersyukur
Karena dia memiliki sekia banyak kelebihan, wajah yang cukup, penampakan yang lumayan, kulit sehalus kulit bayi (walau bayi badak sekalipun). Rambut yang normal, dan anggota badan yang lengkap, tanpa discount  dan  cacat bawaan apalagi cacat tiruan.

b.  Bersabar,
Walaupun wajah terancam mirip orang utan, kulit bagai parutan, bentuk badan seperti keyboard  cucian (maksudnya papan cucian), ataupun rambut seperti singa keriting, dia masih memiliki kelebihan.
Walau ingat, kesalahannya sederhana, dia keburu pingsan melihat penampilannya di cermin, sehingga tidak sempat melakukan perbaikan demi perbaikan ataupun memunculkan sekian banyak kelebihan.

c.  Muncul tekad untk berubah,
Contoh, aku akan merubah perutku dari bentuk six months menjadi six packs” atau “aku akan rajin creambath disertai lulur jelantah agar rambutku seperti bintang iklan”, atau “Liat aja, agar wajah mendingan mulai besok aku akan mandi kembang 7 rupa dengan air dari 7 sumur dilakukan selama 7 hari 7 malam di 7 benua berbeda (nah loch benua kalo ga salah Cuma ada 5 kan???)) duch dasar Strezzzz”
Atau “gak masalah wajah terancam mirip kadal, kulit belang-belang, tinggi badan gak proposional, rambut  jarang-jarang maupun gigi barisnya seperti tak memiliki komandan ………….. aku akan tetap PD, karena kata si kakak Rohis sang Motivator Pribadi (ehemmm ehemm jadi malu ^_^).
“jangan KHAWATIR  dengan SATU KEKURANGAN karena ALLAH telah MENGGANTINYA dengan SEJUTA KELEBIHAN, cia you!!!!” dan akhirnya ………… BRAAKKK kembali memecahkan cermin dengan penuh kebencian, nach loch katanya udah PD tapi buktinya????  Hahaha

d.  Hal yang bisa dilakukan berikutnya adalah berdoa:
“Ya Allah ya Tuhanku, kini malam-Mu telah datang, panggilan-Mu telah diperdengarkan….” (kok kaya doa setelah adzan ya???)
Ups sorry pemirsa maksudnya dia berdoa:
“Ya Rabb kami sadar hanya Engkaulah yang Maha Sempurna, kami juga memiliki banyak keterbatasan. Kami ridho dengan apapun yang engkau berikan, karena engkau tidak mungkin dzalim kepada Hamba-Mu yang sabar…….”
Sampai sini dia berhenti dan sekilas melihat sang cermin.
Lalu dia melanjutkan doanya:
“kami yakin Engkau tidak akan tega melihat hamba-Mu dipermalukan dan dihinakan …..sehingga berikanlah padaku penampilan yang indah minimal pada pandangan-Mu. InsyaAllah itu sangat cukup bagi kami asal Engkau ridho dengan memberikan jodoh yang Tampan,rupawan,elok,kaya,pinter,cerdas,sabar,jujur,penyayang,kebapaan dan mirip bidadara dari kayangan……….Amin”
Inilah doa yang pernah di buat film dengan judul “Doa yang Mengancam” hehehehe

Sahabat, apapun yang dikatakan cermin kepadamu, pakailah respon-respon diatas untuk mengadakan perbaikan demi perbaikan.

Ingat! Hanya kritik dari sang cermin yang akan memberikan masukan terjujur pada kita. Namun berterima kasihlah pada sang Cermin kehidupan, karena darinya kita belajar kejujuran dan ketulusan dan dengan informasi darinya kita bisa mendapatkan masukan untuk perbaikan dan pemaksimalah kelebihan.

Hmmm, kini kita sadar “MIRROR NEVER LIES”

dikutip dari buku "READ ME" karangan AM.Nasrulloh

Tidak ada komentar:

Posting Komentar