Sahabat, tahukah bahwa cermin merupakan benda
terjujur yang pernah ada di bumi (tentunya selain malaikat). Dia akan
menyampaikan dengan persis, detail dan sempurna apa yang dia lihat
dihadapannya. Dia seolah-olah tidak memiliki kepentingan lagi karena dengan
tulus dia menyampaikan tanpa khawatir terhadap respon dari pihak yang menerima
info darinya.
Dengan kejujurannya, banyak yang dari kita yang
bahagia dan tersenyum lebar. “Alhamdulillah jerawatku udah mulai ilang,
Ciihuy”. Atau “hmmm semakin putih aja nech kulit” atau rambutku semakin tebal
dan hitam serta mengkilat persis iklan shampoo morang-maring di TV” atau
“syukurlah yang bengkak Cuma pipi sebelah kiri” atau lagi “ Subhanallah, kok
bisa wajah bapak ibunya seperti ini namun melahirkan anak-analk yang lucu-lucu
seperti mereka”,,,, dan masih segudang lagi respon positif manusia penerima
info dari sang cermin.
Namun, ada juga yang cemberut kepada sang
cermin, marah, murka bahkan hingga memecahkannya tanpa peri kecerminan.
Alasannya:
Kok bisa sich badan gue melar kaya gini???
Atau “Ni jerawat gak tau malu, masa singgah di dahi sich,
jadinya muka ini tambah jadi kaya siluman dech”
Ataupun “Ya Rabb, itu Syetan apa disana??? Udah item, manyun,
hidup lagi” dilanjutkan denga pingsan berhari-hari padahal dia melihat wajahnya
sendiri…..oh nasib ya nasib.
Padahal, cermin memperlihatkan kenyataan tanpa
beba. Dia menyampaikan informasi dengan sejernih dan setulus yang dia bisa
berikan, bahkan dengan kemampuannya dia ingin member tahu orang dihadapannya
untuk melakukan banyak hal antara lain:
a. Bersyukur
Karena dia memiliki sekia banyak kelebihan,
wajah yang cukup, penampakan yang lumayan, kulit sehalus kulit bayi (walau bayi
badak sekalipun). Rambut yang normal, dan anggota badan yang lengkap, tanpa discount
dan cacat bawaan apalagi cacat
tiruan.
b. Bersabar,
Walaupun wajah terancam mirip orang utan, kulit
bagai parutan, bentuk badan seperti keyboard cucian (maksudnya papan cucian), ataupun
rambut seperti singa keriting, dia masih memiliki kelebihan.
Walau ingat, kesalahannya sederhana, dia keburu
pingsan melihat penampilannya di cermin, sehingga tidak sempat melakukan
perbaikan demi perbaikan ataupun memunculkan sekian banyak kelebihan.
c. Muncul tekad untk berubah,
Contoh, aku akan merubah perutku dari bentuk
six months menjadi six packs” atau
“aku akan rajin creambath disertai lulur jelantah agar rambutku seperti bintang
iklan”, atau “Liat aja, agar wajah mendingan mulai besok aku akan mandi kembang
7 rupa dengan air dari 7 sumur dilakukan selama 7 hari 7 malam di 7 benua
berbeda (nah loch benua kalo ga salah Cuma ada 5 kan???)) duch dasar Strezzzz”
Atau “gak masalah wajah terancam mirip kadal,
kulit belang-belang, tinggi badan gak proposional, rambut jarang-jarang maupun gigi barisnya seperti
tak memiliki komandan ………….. aku akan tetap PD, karena kata si kakak Rohis sang
Motivator Pribadi (ehemmm ehemm jadi malu ^_^).
“jangan KHAWATIR dengan SATU KEKURANGAN karena ALLAH telah MENGGANTINYA
dengan SEJUTA KELEBIHAN, cia you!!!!” dan akhirnya ………… BRAAKKK kembali
memecahkan cermin dengan penuh kebencian, nach loch katanya udah PD tapi
buktinya???? Hahaha
d. Hal yang bisa dilakukan berikutnya adalah
berdoa:
“Ya Allah ya Tuhanku, kini malam-Mu telah
datang, panggilan-Mu telah diperdengarkan….” (kok kaya doa setelah adzan ya???)
Ups sorry pemirsa maksudnya dia berdoa:
“Ya Rabb kami sadar hanya Engkaulah yang Maha
Sempurna, kami juga memiliki banyak keterbatasan. Kami ridho dengan apapun yang
engkau berikan, karena engkau tidak mungkin dzalim kepada Hamba-Mu yang
sabar…….”
Sampai sini dia berhenti dan sekilas melihat
sang cermin.
Lalu dia melanjutkan doanya:
“kami yakin Engkau tidak akan tega melihat
hamba-Mu dipermalukan dan dihinakan …..sehingga berikanlah padaku penampilan
yang indah minimal pada pandangan-Mu. InsyaAllah itu sangat cukup bagi kami
asal Engkau ridho dengan memberikan jodoh yang
Tampan,rupawan,elok,kaya,pinter,cerdas,sabar,jujur,penyayang,kebapaan dan mirip
bidadara dari kayangan……….Amin”
Inilah doa yang pernah di buat film dengan judul “Doa yang
Mengancam” hehehehe
Sahabat, apapun yang dikatakan cermin kepadamu,
pakailah respon-respon diatas untuk mengadakan perbaikan demi perbaikan.
Ingat! Hanya kritik dari sang cermin yang akan
memberikan masukan terjujur pada kita. Namun berterima kasihlah pada sang
Cermin kehidupan, karena darinya kita belajar kejujuran dan ketulusan dan
dengan informasi darinya kita bisa mendapatkan masukan untuk perbaikan dan
pemaksimalah kelebihan.
Hmmm, kini kita sadar “MIRROR NEVER LIES”
dikutip dari buku "READ ME" karangan AM.Nasrulloh

Tidak ada komentar:
Posting Komentar